SEJARAH

Sejarah Berdirinya MI Ma’arif NU 1 Pageraji


Cikal bakal berdirinya MI Ma’arif NU 1 Pageraji dimulai sejak zaman penjajahan Belanda, yaitu dengan berdirinya Madrasah Diniyah atau madrasah sore di Grumbul Dukuh Renteng yang menempati rumah Bapak Ky. H. Abdulah Sukri. Madrasah tersebut hanya mengajarkan mata pelajaran agama. Siswa atau santri pada saat itu berasal dari daerah Pageraji dan sekitarnya, karena masih terbatasnya Kyai atau tenaga pengajar yang ikut mengelola Madrasah Diniyah. 
Seiring bertambahnya siswa atau santri tempat yang tidak mencukupi akhirnya pindah ke rumah bapak H. Khambali yang mempunyai ruang cukup luas untuk tempat pembelajaran. sampai Indonesia merdeka pada tahun 1945 pembelajaran masih tetap berjalan seperti biasanya. Namun sempat mengalami penurunan jumlah santri karena adanya gejolak era kemerdekaan, sehingga pada tahun 1990-an mulai bangkit kembali. Beberapa tahun kemudian, para kyai dan tokoh masyarakat berpikir agar Madrasah Diniyah untuk dijadikan sekolah formal atau sekolah yang diakui oleh pemerintah dan mengalami perpindahan tempat kembali di Grumbul Dukuh Rentang. 
MI Ma’arif NU 1 Pageraji berdiri sejak tahun 1955 dengan nama Madrasah Wajib Belajar (MWB) dan terletak di wilayah Pageraji sebelah Utara, tepatnya di grumbul Dukuh Renteng yang dipelopori oleh H. Abdul Rouf, H. Abdul Hayi, H. Abdul Rofiq, H. Makmur Nuh dan yang menjadi kepala madrasah pertama kali, yaitu Bapak Hamid Siswo Darsono sedangkan jumlah tenaga pendidiknya baru berjumlah 3 orang. Peserta didik yang ada di MWB tersebut pada awal berdirinya berjumlah kurang lebih 30 peserta didik. Pada tahun 1959, MWB berubah menjadi MI Ma’arif NU 1 Pageraji karena pada saat itu nama lembaga pendidikan MWB tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan oleh Departemen Agama, yaitu harus memiliki tanah, gedung, lahan perikanan, peternakan, dan pertanian milik sendiri. Padahal pada saat itu MWB tanahnya masih menumpang milik H. Hambari yang kondisi pada saat itu tanah tersebut tidak boleh untuk disewa maupun di beli, namun H. Hambari memperbolehkan MWB menggunakan tanah miliknya untuk kegiatan pembelajaran. Gedung yang digunakan oleh peserta didik MWB sorenya digunakan untuk kegiatan mengaji dengan nama Madrasah Ibtidaiyah. Karena MWB tidak memenuhi syarat untuk menjadi sebuah lembaga pendidikan yang diakui oleh Departemen Agama, maka MWB berubah menjadi MI Ma’arif NU 1 Pageraji dengan izin operasional dan pindah di jalan raya Pageraji nomor 10 sampai sekarang dengan tanah wakaf yang diberikan oleh H. Abdul Qodir.
MI Ma’arif NU 1 Pageraji merupakan milik masyarakat Pageraji yang pengelolaannya diserahkan pada Komite Madrasah dan Pengurus Madrasah, serta bertanggung jawab melaporkan segala akivitas yang ada di MI Ma’arif NU 1 Pageraji kepada Lembaga Pendidikan Ma’arif Cabang Kabuaten Banyumas. Jadi, secara administrasi MI Ma’arif NU 1 Pageraji menginduk kepada Lembaga Pendidikan Ma’arif Cabang Purwokerto Kabupaten Banyumas.
Kondisi awal MI Ma’arif NU 1 Pageraji sangat sederhana dengan gedung, sarana dan prasarana yang terbatas. Namun atas kerjasama yang baik antara pengurus madrasah, komite, kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, para donatur, serta partisipasi masyarakat yang sangat tinggi, maka dari tahun ke tahun senantiasa mengalami kemajuan baik di segi fisik atau gedung tempat pembelajaran maupun sarana dan prasarana yang dimilikinya. Bahkan pada saat ini MI Ma’arif NU 1 Pageraji memiliki tenaga pendidik dan kependidikan sejumlah 36 orang.
Seiring dengan perkembangan zaman, MI Ma’arif NU 1 Pageraji mengalami perubahan status. Pada tahun 1978 berstatus terdaftar sesuai dengan SK Departemen Agama nomor K/268/III/1975. Pada tahun 1994 berstatus diakui sesuai SK Departemen Agama nomor MK. 19/5.a/PP.01.1/1289/1994. Pada tahun 2000 berstatus disamakan sesuai SK Departemen Agama nomor MK.19/5.a/PP.01.1/619/2000. Kemudian pada tahun 2009 mendapat status Terakreditasi B dan pada tahun 2013 berubah menjadi Terakreditasi A dengan nomor SK dari BSNP 101/Bap-SM/XI/2013.
MI Ma’arif NU 1 Pageraji mengalami beberapa pergantian kepemimpinan, mulai dari Bapak Abdul Khamid, Bapak Sirwan, Bapak Sahlan Ahmad, Bapak H. Mastur, dan Bapak Mudasir. Kelima orang tersebut bukan pegawai negeri. Pada tahun 1981 diangkatlah Ibu Nafisah, A.Ma sebagai kepala MI Ma’arif NU 1 Pageraji oleh pihak yayasan. Sejak bulan Juli 1988 ibu Nafisah, A.Ma baru diangkat menjadi Kepala Madrasah oleh Departemen Agama. Pada tahun 2009 diangkatlah bapak Akhmad Thontowi, S.Pd.I sebagai kepala madrasah sampai dengan sekarang

Dari tahun ke tahun, kualitas MI Ma’arif NU 1 Pageraji terlihat maju dan tidak kalah dengan sekolah lainnya. Hal ini dibuktikan dengan berbagai prestasi dalam perlombaan tingkat Kecamatan, Kabupaten, bahkan sampai dengan tingkat propinsi.